Senin, 03 Januari 2011

Mereka Bisa, Masa Kita Kalah ?


              “ Empati adalah kemampuan untuk memahami emosi/perasaan orang lain. Empati membuat kita dapat turut merasa senang dengan kesenangan orang lain, turut merasa sakit dengan penderitaan orang lain, dan turut berduka dengan kedukaan orang lain. “
            Kamis, 1 Desember 2010. Kelas C jurusan Sistem Informasi angkatan 2010 berkunjung ke Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) di Jalan Gebang Putih no.5 Surabaya. Di sini, kami disambut dengan baik oleh pihak yayasan dan teman-teman YPAB. Kami dibuat kagum dengan penampilan mereka memainkan musik angklung. Saya pernah mencoba angklung, dan menurut saya itu sangat susah, tetapi mereka dapat memainkannya dengan sangat baik dan kompak. Benar-benar luar biasa.
            Ada salah satu siswa bernama Ryan yang menyanyikan lagu berjudul Jangan Menyerah dari D’MASSIV diiringi instrument piano, hebatnya, suaranya tak kalah dengan Ryan si vokalis aslinya . 


            Wow hebat. Dibalik keterbatasan, ternyata mereka dapat berkarya sedemikian bagusnya.  Mereka tidak menyalahkan keadaan, tapi mereka justru berusaha untuk memberikan yang terbaik. Ketika saya bertanya kepada salah seorang dari mereka mengenai latihan untuk penampilan ini, sekali lagi saya dibuat kagum, karena mereka tidak latihan, penampilan yang bagus tadi adalah spontanitas !
            Setelah penyambutan, saya duduk berkelompok dan membaur dengan teman-teman dari YPAB. Kami disini bermain sambil mengenal satu sama lain. Permainannya adalah lempar bola. Yang melempar menyebutkan nama dan yang diberi bola menyebutkan nama pula. Permainan berlanjut dengan menyebutkan karakter diri kita (berupa ciri fisik) agar dapat berkenalan lebih dekat.
            Permainan kedua, yakni tebak siapa saya. Awalnya ada satu orang yang ditutup matanya lantas ia menebak siapakah orang yang ada di hadapannya. Ia menyebutkan sebuah karakteristik, lantas kami menjawab “iya” bila sesuai. Teman-teman dari YPAB tidak merasa kesulitan ketika permainan-permainan ini. Mereka justru enjoy dan mengajak kami bercanda.
            Permainan terakhir, yakni ‘perubahan diri’. Kami duduk berempat dan dengan satu teman dari YPAB. Kami saling berkenalan dan bercerita tentang perubahan diri. Saya kebetulan sekelompok dengan Sovie, dibalik keterbatasannya, ia mempunyai sebuah cita-cita. Ia ingin menjadi seorang guru matematika. Ia menyukai hitung-menghitung dan rumus-rumus. Dibalik sifatnya yang kalem, suara Sovie ini juga tidak kalah merdu suaranya dengan Ryan.  Ia menyanyikan lagu dari Geisha di sela-sela permainan ini.
            Banyak pengalaman dan kesan yang saya dapatkan pada hari itu. Saya yang setiap harinya diberi kemudahan oleh Allah serasa menyia-nyiakan begitu saja karunia-Nya tanpa berbuat sesuatu yang berarti. Banyak orang dengan keterbatasan dapat menjalani hidup lebih semangat daripada orang yang mempunyai sejuta kelebihan tetapi ia tidak bersyukur, malah meminta lagi, meminta lagi.
            Saya sangat termotivasi oleh teman-teman baru saya di YPAB. Mereka adalah orang-orang hebat yang berhasil keluar dari masa lalu mereka dan membuat masa depan.
“… YPAB  !
Yakin Pasti Akan Bisa !
Yakin Pasti Akan Berhasil ! ....”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar