Senin, 10 Januari 2011

Awas Virus Baru Bernama Emosi

    Emosi adalah luapan perasaan yang dilepaskan seseorang ketika merespon suatu kejadian. Memang secara fitroh (halah), manusia dibekali emosi yang apabila disalahgunakan akan menyebabkan kesalahan fatal.
    Emosi marah contohnya, banyak orang marah seperti orang yang sedang mabuk. Mereka tidak mengingat akan apa yang dilakukannya ketika marah, banyak pula berakhir di penjara, tentu saja hal ini menyebabkan penyesalan tiada akhir. Kemarahan menyebabkan kita menjadi seseorang yang buruk, memangnya siapa yang senang dengan orang yang buruk?
    Menurut Promod Batra dalam bukunya Born To Win, kalau kita marah, kita seperti sebatang korek api. WHAT KOREK API? tenang, jangan marah dulu. Maksudnya begini, korek api mempunyai kepala, tidak punya otak. Oleh karena itu setiap gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar. Kita mempunyai kepala, tetapi kita juga punya otak. Kita tidak perlu kebakaran jenggot hanya karena gesekan kecil. Dengan menggunakan otak, kita dapat membantu mengurangi kemarahan dan menjadi bebas stres.
    Setiap 10 menit kemarahan, kita kehilangan 600 detik kebahagiaan. Dari Abu Darda’, “Aku berkata :
Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang memasukkan aku ke dalam surga”.
Rasulullah bersabda “Jangan marah, kamu akan masuk surga.”




Cara mengatasi MARAH :
1. WUDHU. atau mandi, atau apa saja yang berhubungan dengan air. Karena sifat air itu menenangkan, jadi kita terdorong untuk lebih rileks menghadapi masalah.
2. SENYUM. Lawan rasa marah dengan rasa bahagia, atau dengarkan humor-humor segar dari sule, aziz, andre, parto, nunung, komeng, adul, olga, bedu, ruben, indra bekti, pam pam, (hehehe maap2 bikin emosi
saja, astagfirullahhh) dan pelawak lain, lupakan yang membuat anda jengkel, buat lelucon dari sana.
3. Mendengarkan. dan mengurangi bicara, karena marah biasanya timbul dari omongan pedas, yang dibalas dengan omongan lebih pedas, dan begitu seterusnya.
4. MAAF. Memaafkan orang lain, meskipun mungkin tak mudah, tapi dicoba saja dulu, setelah memaafkan, hidup akan enteng, percaya deh (halah halah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar