Kemampuan menulis sangat dipengaruhi oleh 3 hal yakni mendengar, melihat, dan membaca.
Dengan ketiga hal ini, pengetahuan penulis akan bertambah. Jika pengetahuan penulis bertambah, maka kualitas tulisan akan bertambah pula.
Terkadang gaya tulisan seseorang konstan dan tidak begitu menarik, kita bisa meniru gaya tulisan orang lain yang sudah expert. Hal ini juga dapat melatih diri untuk menulis lebih baik lagi.
Bagaimana agar tulisan diterima dengan baik oleh pembaca?
I. Aspek yang harus diperhatikan penulis :
- Menulis sesuatu yang sederhana. Hindari pemakaian huruf kapital yang tidak pada tempatnya, dan kalimat yang tidak terstruktur supaya pembaca dapat memahami tulisan dengan baik.
- Kalimat baku maksimal 15 kata per kalimat.
- Paragraf sederhana.
- Gunakan rumus kalimat sederhana Subyek-Predikat-Objek-Keterangan
- Gunakan struktur tulisan
1. Problem-Solusi
2. Sebab-Akibat
Contoh :
Tiga Primata Endemik Indonesia lahir di TSI Cisarua Bogor. Sebenarnya kalimat ini bisa disederhanakan menjadi : Tiga kera lahir di TSI Cisarua Bogor
II. Orientasi Pembaca
- Empati, dengan menyadari siapa pembaca tulisan.
- Tulisan harus mudah dipahami.
- Jangan ‘manyiksa’ pembaca dengan istilah aneh.
- Pahami bahwa pembaca sangat beragam.
- Bereksperimen kecil dengan meminta feedback dari pembaca tulisan kita.
III. Hindari Istilah Asing
- Gunakan istilah yang populer.
- Reliabel dan rasional.
- Jangan bersembunyi di balik istilah asing, bertujuan menutupi kekurangan diri.
- Menggunakan istilah yang ‘menyiksa’ pembaca.
IV. Hindari Jargon, Singkatan, dan Akronim.
- Bisa menghambat proses komunikasi yang sedang berlangsung.
- Jargon biasa digunakan untuk menyembunyikan kejahatan.
Contoh :
Obligasi rekap : uang triliunan dari rakyat
Diamankan : ditangkap aparat
Lapas : penjara
PSK : pelacur
V. Spesifik dan Konkrit
- Penggunaan akronim, jangan membiaskan isi tulisan.
Contoh :
KKN.
Kasus sedang dalam proses pengembangan.
Rekstruksi BUMN.
Kebijakan NewDel.
VI. Rinci dan Relevan.
- Rinci dan Detail
- Bahasa tetap dipahami
- Hindari hal-hal yang tidak masuk akal
- Hindari angka-angka rumit
- Analogi sederhana
Contoh :
Jarak Surabaya Malang 1.021 km. Sebaiknya ditulis : Jarak Surabaya Malang ± 1.000 km
I. Aspek yang harus diperhatikan penulis :
- Menulis sesuatu yang sederhana. Hindari pemakaian huruf kapital yang tidak pada tempatnya, dan kalimat yang tidak terstruktur supaya pembaca dapat memahami tulisan dengan baik.
- Kalimat baku maksimal 15 kata per kalimat.
- Paragraf sederhana.
- Gunakan rumus kalimat sederhana Subyek-Predikat-Objek-Keterangan
- Gunakan struktur tulisan
1. Problem-Solusi
2. Sebab-Akibat
Contoh :
Tiga Primata Endemik Indonesia lahir di TSI Cisarua Bogor. Sebenarnya kalimat ini bisa disederhanakan menjadi : Tiga kera lahir di TSI Cisarua Bogor
II. Orientasi Pembaca
- Empati, dengan menyadari siapa pembaca tulisan.
- Tulisan harus mudah dipahami.
- Jangan ‘manyiksa’ pembaca dengan istilah aneh.
- Pahami bahwa pembaca sangat beragam.
- Bereksperimen kecil dengan meminta feedback dari pembaca tulisan kita.
III. Hindari Istilah Asing
- Gunakan istilah yang populer.
- Reliabel dan rasional.
- Jangan bersembunyi di balik istilah asing, bertujuan menutupi kekurangan diri.
- Menggunakan istilah yang ‘menyiksa’ pembaca.
IV. Hindari Jargon, Singkatan, dan Akronim.
- Bisa menghambat proses komunikasi yang sedang berlangsung.
- Jargon biasa digunakan untuk menyembunyikan kejahatan.
Contoh :
Obligasi rekap : uang triliunan dari rakyat
Diamankan : ditangkap aparat
Lapas : penjara
PSK : pelacur
V. Spesifik dan Konkrit
- Penggunaan akronim, jangan membiaskan isi tulisan.
Contoh :
KKN.
Kasus sedang dalam proses pengembangan.
Rekstruksi BUMN.
Kebijakan NewDel.
VI. Rinci dan Relevan.
- Rinci dan Detail
- Bahasa tetap dipahami
- Hindari hal-hal yang tidak masuk akal
- Hindari angka-angka rumit
- Analogi sederhana
Contoh :
Jarak Surabaya Malang 1.021 km. Sebaiknya ditulis : Jarak Surabaya Malang ± 1.000 km
Tips Singkat Menulis Opini
- - Berikan data anda yang sedikit menjual.
-
- Buat kerangka tulisan. Kerangka tulisan berisi poin-poin yang akan dibahas, mempertegas tujuan, dan membatasi topik.
- Kenali gaya selingkung media yang akan dituju. Gaya selingkung merupakan gaya bahasa yang ditentukan penerbit sebagai salah ciri khas.
- Buatlah judul yang agitatif (mempengaruhi) yang positif. Judul yang baik, judul yang membuat pembaca menjadi penasaran. Judul ditentukan pada saat akhir membuat tulisan.
- Sertakan data sederhana sebagai pendukung. Data dapat berupa fakta-fakta yang sudah umum dikenali oleh masyarakat.
- - Masukkan kutipan singkat dari tokoh yang menulis hal serupa di media beberapa hari sebelumnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar